
Bagi seorang florist, bunga bukan sekadar produk, melainkan sebuah karya seni. Namun, tantangan terbesar dalam bisnis ini adalah sifat bunga yang mudah layu. Di negara tropis seperti Indonesia, cuaca panas dan kemacetan lalu lintas sering kali menjadi musuh utama yang membuat kelopak bunga layu sebelum sampai ke tangan pelanggan.
Lalu, bagaimana cara memastikan bunga Anda tetap segar, cantik, dan merekah sempurna? Yuk, simak beberapa tips penting berikut ini!
1. Proses Conditioning yang Tepat Setelah Panen/Datang
Saat bunga baru datang dari penyuplai, segera lakukan langkah-langkah penyelamatan ini:
Potong Batang Miring: Potong ujung batang sekitar 2–3 cm dengan sudut miring 45 derajat menggunakan pisau atau gunting tajam. Ini memperluas area penyerapan air.
Bersihkan Daun Bawah: Buang daun-daun yang berada di bagian bawah batang yang sekiranya akan terendam air. Daun yang membusuk di dalam air akan mempercepat pertumbuhan bakteri.
Gunakan Air Bersih: Selalu gunakan wadah yang bersih dan air bersuhu ruang atau agak dingin.
2. Jaga Kebersihan Wadah dan Air
Bakteri adalah musuh nomor satu kesegaran bunga.
Pastikan vas atau ember penampung dicuci bersih secara berkala.
Ganti air setiap 1–2 hari sekali dan potong kembali sedikit ujung batangnya secara berkala agar saluran penyerapan air tidak tersumbat mikroba.
3. Hindari Paparan Suhu Ekstrem dan Etilen
Jauhkan bunga dari paparan sinar matahari langsung, angin kencang dari AC, atau area yang terlalu dekat dengan buah-buahan (buah menghasilkan gas etilen yang mempercepat pembusukan bunga).
Simpan di ruangan ber-AC dengan suhu yang sejuk dan stabil sebelum dirangkai.
Tinggalkan komentar